KARYA
TULIS ILMIAH
JAS HUJAN AD REM LIMBAH KEMASAN PRODUK
Disusun
untuk memenuhi persyaratan dalam rangka mengikuti kegiatan Latihan Penulisan
Karya Tulis Ilmiah (LPKTIR)
Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) SMAN
6 Bulukumba
OLEH
:
Bau Irfan Alfajri
DINAS PENDIDIKAN
NASIONAL
KABUPATEN BULUKUMBA
SMA NEGERI 6 BULUKUMBA
2012
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Perkembangan
manusia mengalami zaman revolusi industri yang menggantungkan kehidupan manusia
pada bidang perindustrian. Nilai-nilai kehidupan manusia pun mengalami perubahan, terutama
dalam interaksi antar manusia dengan lingkungannya. Perubahan-perubahan yang
terjadi ini menghasilkan dampak baik
positif maupun negatif. Salah satu dampak revolusi industri yang terjadi dan
masih terus berlanjut pada masa sekarang dalam kehidupan dan peradaban manusia
adalah dampaknya bagi lingkungan yang ada di sekitar itu sendiri. Ekspansi
usaha yang dilakukan oleh para pelaku industri seperti pembangunan
pabrik-pabrik dan pembuatan produksi dengan kapasitas besar berdampak bagi
lingkungan tempat tinggal manusia.
Di
Indonesia, kegiatan pembangunan yang semakin meningkat mengandung resiko
pencemaran dan perusakan lingkungan oleh limbah produksi seperti kemasan
produk. Ditambah lagi curah hujan di Indonesia dari tahun ke tahun yang semakin
meningkat yang juga menjadi salah satu penyebab kerusakan lingkungan seperti
banjir. Hal tersebut juga dapat menyebabkan penurunan antibodi sehingga tubuh
mudah terserang penyakit.
Berdasar
dari hal tersebut kami berisiatif bagaimana agar dapat menghasilkan produk atau
barang yang dapat menyikapi atau menanggulangi hal tersebut. Produk atau barang
tersebut pemakaiannya harus simpel, cepat, dan tepat waktu dalam artian tidak
merepotkan saat digunakan yang bertujuan agar barang yang dihasilkan akan
disukai kalangan masyarakat baik kalangan dewasa, remaja, maupun anak-anak
serta dapat menyaingi pabrik industri.
Inisiatif
tersebut memunculkan barang atau produk
yang pemakaiannya mudah, tepat, dan jitu serta tidak membutuhkan banyak
tenaga saat digunakan. Barang inilah yang dapat menyikapi permasalahan diatas
yaitu jas hujan. Namun, jas hujan ini memiliki keunggulan serta manfaat yang
lebih dari jas hujan lainnya. Selain menarik, pembuatan jas hujan ini tidak
memerlukan biaya yang mahal dan dapat dijangkau masyarakat, karena mengunakan
menggunakan limbah pabrik industri yaitu limbah kemasan produk. Jas hujan ini
memiliki kesan yang unik, karena terbuat dari limbah kemasan produk. Di samping
itu dapat mengurangi kerusakan
lingkungan seperti banjir karena kemasan produk yang tadinya sudah
menjadi sampah dapat dimanfaatkan kembali. Selain itu jas hujan ini dapat
mengurangi dampak global warming karena limbah plastik tadi yang dapat merusak
lingkungan dengan cara merusak kandungan zat hara tanah dapat ditanggulangi
dengan pemanfaatan kembali limbah-limbah tersebut. Selanjutnya, jas hujan ini kami
beri nama “Jas Hujan Ad Rem” .
B.
Rumusan
Masalah
Adapun
masalah-masalah yang dapat kami jadikan objek pembahasan dari Karya Ilmiah kami
adalah sebagai berikut :
1. Apa
dampak yang ditimbulkan limbah kemasan produk ?
2. Bagaimana
mengolah limbah kemasan produk menjadi barang yang bermanfaat yaitu jas hujan ?
C.
Tujuan
Penelitian
Bertitik
tolak dari rumusan masalah di atas, maka secara garis besar penelitian ini
bertujuan untuk :
1. Mengetahui
dampak adanya limbah kemasan produk.
2. Mengetahui
bagaimana mengolah limbah kemasan produk
menjadi barang yang bermanfaat yaitu jas hujan.
D.
Manfaat
Penelitian
Adapun
manfaat penelitian dari Karya Ilmiah ini, adalah sebagai berikut :
1.
Secara
Teoritis
a. Bagi
peneliti dapat dijadikan objek studi atau bahan pembelajaran mengenai dampak adanya
limbah kemasan produk, serta bagaimana mengolah limbah kemasan produk (limbah
plastik) menjadi barang yang bermanfaat.
b. Dapat
dijadikan sebagai bahan refrensi untuk peneliti lain yang melakukan penelitian
yang sama.
2.
Secara
Praktis
a. Bagi
Pemerintah
Dapat dijadikan sebagai acuan dalam
upaya untuk meminimalisir atau menanggulangi limbah pabrik-pabrik industri.
b. Bagi
Guru
Diharapkan agar melakukan proses
pembelajaran dapat memberikan arahan serta didikan kepada siswa-siswi mengenai
dampak yang ditimbulkan dari limbah kemasan produk kemudian bagaimana cara
mengolahnya menjadi barang yang bermanfaat.
c. Bagi
Pelajar
Dapat
dijadikan sebagai sumber pengetahuan mengenai dampak limbah kemasan
produk dan diharapkan dapat menghasilkan ide kreatif bagaimana cara mengolahnya
kembali menjadi barang yang bermanfaat.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A.
Definisi
limbah
Limbah kemasan produk adalah barang buangan yang
berupa plastik yang dihasilkan dari
suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga, yang lebih
dikenal sebagai sampah), yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu
tidak dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis (Syahputra,
dkk : 2011).
Sumber
sampah plastik tergantung pada produksi plastik itu sendiri dan digolongkan
berdasarkan bahan dasar penyusunnya. Limbah merupakan material sisa yang tidak
diinginkan setelah berakhirnya suatu proses dan merupakan konsep buatan manusia
(Rahmi: 2010). Dalam kehidupan manusia, limbah dalam jumlah besar datang dari
aktivitas industri misalnya pertambangan, manufaktur, dan konsumsi. Hampir semua produk industri
akan menjadi sampah pada suatu waktu dengan jumlah sampah yang kira-kira mirip dengan
jumlah komsumsi.
Limbah adalah benda yang dibuang baik bersal dari
alam ataupun dari hasil proses teknologi. Limbah dapat berupa tumpukan barang
bekas, sisa kotoran hewan, tanaman, atau sayuran. (Teti : 2009)
Menurut
Aliyah (2012), limbah adalah kotoran yang dihasilkan karena pembuangan sampah
atau zat kimia dari pabrik-pabrik. Limbah atau sampah juga merupakan suatu
bahan yang tidak berarti dan tidak berharga, tetapi kita tidak mengetahui bahwa
limbah juga bisa menjadi sesuatu yang berguna dan bermanfaat jika diproses
secara baik dan benar. Limbah atau sampah bisa berarti sesuatu yang tidak
berguna dan dibuang oleh kebanyakan orang, mereka menganggapnya sebagai sesuatu
yang tidak berguna dan jika dibiarkan terlalu lama maka akan menyebabkan penyakit.
Padahal dengan pengolahan sampah secara benar maka bisa menjadikan sampah ini
menjadi benda ekonomis.
B.
Jenis-jenis
limbah
Limbah
dapat digolongkan berdasarkan sumbernya, berdasarkan sifatnya, dan berdasarkan
karakteristiknya. (Teti : 2009)
Berdasarkan
sumbernya limbah digolongkan menjadi:
1. Limbah
organik yang mudah busuk.
Misalnya sisa sayuran, sisa
makanan, dedaunan, potongan rumput, dan kotoran hewan.
2. Limbah
organik yang tidak mudah membusuk.
Misalnya kertas dan kayu.
3. Limbah
anorganik.
Misalnya plastik, pecahan kaca,
karet, botol, dan besi.
4. Limbah
berbahaya.
Misalnya paku, bekas lampu neon,
sisa racun tikus atau serangga, obat kadaluarsa dan batu batrei bekas.
Berdasarkan sifatnya, limbah dibedakan menjadi dua
golongan, yaitu:
1. Limbah
yang dapat mengalami perubahan secara alami (degradable waste sama dengan mudah
terurai), yaitu limbah yang dapat mengalami dekomposisi oleh bakteri dan jamur,
seperti daun-daun, sisa makanan, kotoran dan lain-lain.
2. Limbah
yang tidak akan atau sangat lambat mengalami perubahan secara alami atau non
degradable waste sama dengan tidak dapat terurai. Misalnya plastik, kaca,
kaleng, dan sampah sejenisnya.
Berdasarkan karakteristiknya,
limbah dapat digolongkan menjadi empat macam, yaitu :
1.
Limbah cair
2.
Limbah padat
3.
Limbah gas dan partikel
4.
Limbah B3 (Bahan
berbahaya dan beracun)
C. Karakteristik dan
Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Limbah
Adapun
karakteristik limbah, yaitu :
1.
Berukuran mikro
2.
Dinamis
3.
Berdampak luas
(penyebarannya)
4.
Berdampak jangka
panjang (antar generasi)
Faktor yang
mempengaruhi kualitas limbah, yaitu :
1.
Volume limbah
2.
Kandungan bahan
pencemar
3.
Frekuensi pembuangan
limbah
D. Daur Ulang Limbah
Daur ulang adalah pengunaan
kembali material atau barang yang sudah tidak digunakan menjadi bentuk lain.
(Teti : 2009)
Daur ulang mempunyai tujuan, yaitu
sebagai berikut.
1.
Mengurangi jumlah
limbah untuk mengurangi pencemaran atau kerusakan lingkungan.
2.
Mengurangi pengunaan
bahan atau sumber daya alam.
3.
Mendapatkan penghasilan
karena dapat dijual kemasyarakat.
4.
Melestarikan kehidupan
mahluk yang terdapat disuatu lingkungan tertentu.
5.
Menjaga keseimbangan
ekosistem mahluk hidup yang terdapat di dalam lingkungan.
6.
Mengurangi sampah
anorganik karena sampah anorganik ada yang dapat bertahan hingga 300 tahun
kedepan
Untuk memudahkan proses daur
ulang, ada langkah-langkah yang baik, yaitu :
1.
Pemisahan
Limbah yang akan
didaur ulang atau dimanfaatkan ulang dipisahkan dengan limbah yang harus
dibuang ketempat pembuangan.
2.
Penyimpanan
Limbah yang
sudah dipisahkan tadi disimpan dalam kotak yang tertutup. Usahakan setiap kotak
yang tertutup hanya berisi satu jenis material limbah tertentu, misalnya kertas
bekas, atau botol bekas.
3.
Pengiriman atau
penjualan
Barang-barang
yang sudah terkumpul dapat dijual kepabrik yang membutuhkan material bekas
sebagai bahan baku atau dapat dijual dan diberikan ke pemulung.
E. Macam-macam limbah yang
dapat dimanfaatkan
Menurut Teti (2009), jenis-jenis
limbah atau material yang dapat dimanfaatkan, yaitu:
1.
Kertas, semua jenis
kertas dapat didaur ulang, seperti kertas Koran dan kardus.
2.
Gelas, botol kecap,
botol syirup dan gelas/piring pecah dapat digunakan untuk membuat botol, gelas,
atau piring yang baru.
3.
Aluminium. Kaleng bekas
makanan dan minuman dapat dimanafaatkan kembali sebagai kaleng pengemas.
4.
Baja. Baja sisa
konstruksi bangunan akan berguna sebagai bahan pembuatan baja baru.
5.
Plastik. Limbah plastik
dapat dilarutkan dan diproses lagi menjadi bahan pembungkus (pengepakan) untuk
berbagai keperluan. Misalnya, dijadikan tas botol minyak pelumas, botol minuman
dan botol sampo.
F. Kerangka Pikir
|
Limbah
Kemasan Produk (Limbah Plastik)
|
|
Dampak
adanya limbah
kemasan produk
|
|
Daur
ulang limbah kemasan produk
|
|
Faktor
yang mempengaruhi kualitas limbah
|
|
Mengurangi
dampak limbah kemasan produk dan menghasilkan barang yang bermanfaat
|
G.
Hipotesis
Adapun hipotesa yang kami ajukan
dalam karya ilmiah kami adalah limbah hasil produksi pabrik-pabrik industri
seperti limbah kemasan plastik dapat dimanfaatkan kembali sehingga menghasilkan
produk atau barang yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
BAB
III
METODE PENELITIAN
A.
Jenis
Penulisan
Jenis
penulisan karya tulis ini adalah penelitian pustaka (library research).
Penelitian pustaka adalah penelitian yang dilakukan dengan cara menelaah dan
mengaji sumber kepustakaan yang disajikan secara deskriftif mengenai “Jas Hujan Ad Rem Limbah Kemasan Produk”.
Tulisan
ini selanjutnya ditunjang oleh beberapa literatur yang relevan dengan objek
tulisan dan persoalan yang dibahas.
B. Data
dan Sumber Data
Data
dalam penelitian ini adalah upaya untuk memanfaatkan kembali limbah kemasan
produk. Sumber datanya adalah berupa buku, majalah, dan internet yang sesuai
persoalan dan objek tulisan yang dibahas dalam karya ilmiah ini.
C.
Tehnik
Pengumpulan Data
Pengumplan
data dalam karya tulis ilmiah ini digunakan tehnik kajian pustaka yang
dilakukan dengan cara mengumpulkan, menganalisis, dan menelaah berbagai literatur
yang relevan dengan objek tulisan serta persoalan yang dibahas dalam karya
tulis ilmiah ini.
D.
Prosedur
Penelitian
Prosedur
penelitian dalam karya tulis ini adalah dengan cara diseleksi, yaitu semua
informasi yang didapat melalui kajian pustaka, hasilnya diseleksi kesesuaiannya
dengan masalah yang dikaji yang bertujuan untuk menjawab permasalahan yang
dikemukakan dalam karya tulis ini.
BAB
IV
PEMBAHASAN
A.
Dampak
adanya limbah kemasan produk (limbah plastik)
Akibat
dari semakin bertambahnya tingkat konsumsi masyarakat serta aktivitas lainnya
maka bertambah pula buangan atau limbah yang dihasilkan. Limbah atau buangan
yang ditimbulkan dari aktivitas dan konsumsi masyarakat sering disebut limbah domestik atau sampah. Limbah tersebut
menjadi permasalahan lingkungan karena kuantitas maupun tingkat bahayanya
mengganggu kehidupan makhluk hidup lainnya. Selain itu aktivitas industry yang
kian meningkat tidak terlepas dari isu lingkungan. Industry selain menghasilkan
produk juga menghasilkan limbah yang membawa dampak negative terhadap
lingkungan berupa terjadinya pencemaran lingkungan.
Tanpa disadari limbah-limbah itu akan
berdampak pada lingkungan sekitar, seperti halnya serbuk dan bau dari limbah
berdampak pada kesehatan warga sekitar dan banyak tumbuhan yang mati karena bau
yang menyengat dan polusi berat dari limbah. Dampak lain yang ditimbulkan dari
limbah dapat dilihat dalam berbagai bidang industry adalah sebagai berikut.
1.
Limbah industry pangan
Air buangan atau
limbah buangan dari pengolahan pangan dengan Biological Oxygen Demand (BOD)
tinggi dan mengandung polutan seperti tanah, larutan alcohol, panas dan
insektisida apabila dibuang langsung ke suatu perairan akibatnya mengganggu
seluruh keseimbangan ekologi dan bahkan dapat menyebabkan kematian ikan dan
biota perairan lainnya.
2.
Limbah industry kimia
Industry kimia
seperti alcohol dalam proses pembuatannya membutuhkan air yang sangat besar,
mengakibatkan besarnya pula limbah cair yang dikeluarkan yang berdampak pada
gangguan kesehatan berupa keracunan kronis sebagai akibat masuknya zat-zat
toksis ke dalam tubuh secara terus menerus dan berakumulasi dalam tubuh.
3.
Limbah industry sandang
kulit dan aneka
Sector sandang
dan kulit seperti pencucian batik mengakibatkan pencemaran karena menimbulkan
air buangan yang mengandung sisa-sisa warna, kadar minyak tinggi dan beracun.
4.
Limbah industry logam
dan elektronika
Bahan buangan yang
dihasilkan dari industry besi baja menimbulkan pencemaran berupa debu, asap dan
gas yang mengotori udara sekitar. Selain pencemaran udara oleh bahan buangan,
kebisingan yang ditimbulkan mesin dalam industry baja mengganggu kesehatan
manusia baik yang bekerja dalam pabrik maupun masyarakat sekitar.
Dampak lain yang ditimbulkan limbah dari
lingkungan yang sudah tercemar adalah dapat merusak kesehatan, diantaranya sebagai
berikut.
1.
Debu, dapat menyebabkan
iritasi dan sesak nafas.
2.
Kebisingan, mengganggu
pendengaran, menyempitkan pembuluh darah, ketegangan otot, menurunnya
kewaspadaan dan konsentrasi pemikiran.
3.
Karbon monoksida (CO),
dapat menyebabkan nafas pendek, saakit kepala, melemahkan penglihatan dan pendengaran.
Bila keracunan berat dapat mengakibatkan pingsan yang bisa diikuti dengan
kematian.
4.
Karbon dioksida (CO2),
mengakibatkan sesak nafas, otot lemah, mengantuk dan telinga berdenging.
5.
Belerang dioksida (SO2),
menyebabkan iritasi pada hidung dan tenggorokan, peradangan lensa mata,
pembengkakan paru-paru atau celah suara.
6.
Minyak pelumas buangan,
menghambat proses oksidasi biologi dari system lingkungan bila bahan pencemar
atau limbah dialirkan ke sungai
7.
Asap, dapat mengganggu
pernafasan dan menghalangi pemandangan.
B. Cara pengolahan limbah
kemasan produk menjadi barang yang bermanfaat
Untuk
memudahkan proses pengolahan limbah kemasan produk menjadi barang yang
bermanfaat, langkah-langkah atau cara yang dapat dilakukan adalah sebagai
berikut.
1. Pemisahan
Limbah yang akan didaur ulang atau
dimanfaatkan ulang dipisahkan dengan limbah yang harus dibuang ke tempat
pembuangan.
2.
Penyimpangan
Limbah yang sudah
dipisahkan tadi disimpan dalam kotak yang tertutup. Usahakan setiap kotak yang
tertutup hanya berisi satu jenis material limbah tertentu, misalnya kertas
bekas atau botol bekas.
3.
Pemanfaatan atau penjualan
Barang-barang yang
sudah terkumpul dapat dijual ke pabrik yang membutuhkan material bekas sebagai
bahan baku atau dapat dijual atau diberikan ke pemulung.
Limbah selalu menjadi masalah
pelik bagi masyarakat di perkotaan. Apalagi jika limbah itu adalah limbah
kemasan produk, karena sifatnya sulit terurai sehingga menjadi momok bagi
lingkungan hidup. Tetapi kini, ada cara unik dan kreatif untuk mengolah sampah
plastik (trash) menjadi barang yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.
Pemanfaatan limbah kemasan produk
merupakan upaya menekan pembuangan plastik seminimal mungkin dan dalam batas
tertentu menghemat sumber daya dan mengurangi ketergantungan bahan baku impor.
Pemanfaatan limbah kemasan produk dapat dilakukan dengan pemakaian kembali
(reuse) maupun daur ulang (recycle). Di Indonesia, pemanfaatan limbah kemasan
produk dalam skala rumah tangga umumnya adalah pemakaian kembali dengan keperluan
yang berbeda seperti dibuat suatu produk atau barang. Barang yang kami maksud
disini adalah jas hujan dari limbah kemasan produk yang kami beri nama jas
hujan ad rem, artinya jas hujan yang tepat, cepat dan jitu . Jas hujan ini memiliki keunggulan dibanding
jas hujan lainnya, karena selain biaya pembuatannya yang murah serta tidak
membutuhkan tenaga yang lebih, juga memiliki kesan yang menarik dan unik
sehingga banyak yang akan berminat. Dengan adanya jas hujan ad re mini juga
dapat menanggulangu dan meminimalisir dampak yang ditimbulkan dari
limbah-limbah kemasan produk.
BAB V
PENUTUP
A.
Simpulan
Adapun
simpulan dari karya tulis ilmiah kami, adalah sebagai berikut:
1.
Dampak adanya limbah
kemasan produk, adalah debu menyebabkan
iritasi dan sesak nafas. Kebisingan, mengganggu pendengaran, menyempitkan
pembuluh darah, ketegangan otot, menurunnya kewaspadaan dan konsentrasi
pemikiran. Karbon monoksida (CO), dapat menyebabkan nafas pendek, saakit
kepala, melemahkan penglihatan dan pendengaran. Bila keracunan berat dapat
mengakibatkan pingsan yang bisa diikuti dengan kematian. Karbon dioksida (CO2),
mengakibatkan sesak nafas, otot lemah, mengantuk dan telinga berdenging. Minyak pelumas buangan, menghambat proses
oksidasi biologi dari system lingkungan bila bahan pencemar atau limbah
dialirkan ke sungai. Asap, dapat mengganggu pernafasan dan menghalangi
pemandangan
2.
Bagaimana mengolah
limbah kemasan produk menjadi barang yang
bermanfaat yaitu jas hujan adalah dengan langkah-langkah, yaitu (1)pemisahan
limbah antara sampah yang dapat dimanfaatkan dan yang tidak dapat dimanfaatkan,
(2)penyimpangan limbah dengan cara dimasukkan kedalam kotak dan ditutup,
(3)pemanfaatan dan penjualan dengan cara dijual kepemulung atau kita manfaatkan
dengan berkreasi sendiri untuk membuat jas hujan yang unik sehingga memiliki
kesan yang menarik
B.
Saran
Adapun
saran yang kami ajukan dalam karya tulis ilmiah ini, adalah sebagai berikut:
1. Bagi
pemerintah, dalam hal ini Dinas Perindustrian agar memerhatikan limbah hasil
produksi pabrik-pabrik industri yang mencemarkan lingkungan sekitar agar diberi
ketegasan yang jelas.
2. Bagi
guru, agar memberikan bimbingan, arahan, dan didikan kepada siswa-siswi tentang
dampak yang ditumbulkan dari limbah hasil produksi pabrik industri.
3. Bagi
masyarakat, dapat dijadikan sebagai
sumber pengetahuan mengenai dampak yang ditimbulkan dari limbah hasil produksi
pabrik industry, khususnya dampak terhadap kesehatan sehingga dapat dijadikan
sebagai tolak ukur untuk meminimalisir dan menanggulangi limbah dilingkungan
sekitar.
4. Bagi
pelajar, agar mampu melahirkan ide-ide kreatif mengenai pemanfaatan kembali
limbah kemasan produk sehingga tidak terbuang sia-sia dan berdampak pada
lingkungan sekitar dan mahluk hidup lainnya
DAFTAR PUSTAKA
Aliyah. 2012. Definisi
limbah. (Online). (http://www.facebook.com).
Diakses tanggal 15 November 2012.
Rahmi. 2010. Definisi
limbah. (Online). (http://www.facebook.com). Diakses tanggal 15 November 2012.
Syahputra, dkk. 2011. Definisi limbah. (Online), (http://www.wordpress.com).
Diakses tanggal 15 November 2012.
Teti. 2009. Pengertian
dan jenis-jenis limbah. (Online). (http://www.facebook.com).
Diakses tanggal 15 November 2012